60 Wanita Muda Indonesia Terima Beasiswa dari Fair & Lovely Saat Pandemi
Program tahunan Fair & Lovely Bintang Beasiswa kembali lagi memberi beasiswa pada 60 wanita muda Indonesia untuk meneruskan pendidikan ke kampus favorite mereka. Ketertarikan peserta juga bertambah lebih dari 40 %, atau capai 50 ribu pendaftar. Pemberian beasiswa itu untuk loyalitas Fair & Lovely supaya hari esok beberapa pelajar cemerlang.
| Luis Alberto Patut Dicoba Timnas Spanyol |
"Rupanya, semangat serta ketertarikan semua adik-adik ini tidak berhenti serta tidak terkalahkan oleh epidemi. 60 wanita muda yang dipilih dari 50 ribu pendaftar ini adalah profil dengan inspirasi dan motivasi besar untuk mengambil langkah ke arah hari esok yang bertambah cemerlang," tutur Amaryllis Esti Wijono, Head of Pemasaran Skin Care Category Unilever Indonesia dalam pertemuan wartawan serta inaugurasi Bintang Beasiswa virtual, Jumat, 4 September 2020.
Semenjak 2017, dengan Hoshizora Foundation, Fair & Lovely sudah memberikan fasilitas 150 wanita muda berprestasi Indonesia dengan beasiswa pendidikan serta pemberian training soft kemampuan supaya mereka dapat menyesuaikan serta karieronal di bagiannya kelak.
Tahun ini, mereka buka akses yang bertambah luas pada wanita muda di luar pulau Jawa untuk ikut serta mendapatkan mimpinya. Sekitar 42.5 % pendaftar beasiswa pada tahun ini berasal di luar pulau Jawa.
"Kami cari adik-adik yang bukan hanya berprestasi punyai misi serta arah besar untuk mendapatkan pendidikan tinggi, beberapa anak yang bagus yang ingin turut berperan untuk wilayahnya," papar Lintang Gustika, Proyek Manajer Hoshizora Foundation.
Lintang menjelaskan, rintangan paling besar buat peserta tahun ini ialah proses seleksi virtual. Walaupun pengembangan ini membuat program beasiswa itu gampang diiringi banyak peserta di luar wilayah, tapi ini bisa menjadi rintangan buat mereka yang tinggal di pedesaan serta kesusahan mendapatkan jaringan. Tetapi, beberapa peserta masih giat untuk berupaya mendapatkan cita-citanya.
Sekarang ini ada banyak wanita muda berprestasi di Indonesia yang tidak mendapatkan peluang untuk memburu pendidikan yang semakin tinggi. Mereka tinggal di pedesaan dengan posisi perekonomian yang tidak mencukupi. Tapi, semuanya tidak turunkan semangat mereka menjadi peserta Bintang Beasiswa.
Seperti dilaksanakan Meliana, gadis asal Wonosobo, Jawa Tengah, salah satunya peraih Bintang Beasiswa 2020. Walau dia cuma anak petani, dia sukses menunjukkan diri dengan memperoleh beasiswa serta mengenyam pendidikan tinggi sama dengan anak seusianya.
"Saya sadar untuk dapat kuliah ongkosnya tidak sedikit, karenanya saya turut program ini. Saya percaya beasiswa ini dapat menolong saya ke tahap pendidikan semakin tinggi serta capai harapan," papar Meliana.
"Tetapi saya ketahui harus berkompetisi dengan peserta lain yang berprestasi, berusaha untuk turut seleksi walaupun sinyal kurang konstan hingga saya harus ke tempat yang cukup jauh (dari rumah), tetapi ini tidak kurangi kemauan saya. Rintangan ini menjadi motivasi saya untuk selalu maju," sambungnya.
Seirama dengan Meliana, Raeni, salah satunya bintang tamu acara inaugurasi itu menjelaskan, pendidikan ialah bekal penting buat tiap wanita untuk mendapatkan mimpinya. Kecuali kecerdasan itu penting, wanita harus juga dapat manfaatkan kesempatan yang ada.
"Untuk seorang wanita, pendidikan dapat jadi bekal untuk berperan di lingkungan keluarga yang kecil supaya berefek ke lingkungan yang semakin besar, tapi semua perlu usaha. Disamping itu, wanita penting juga untuk mendalami kekuatan diri, memetakan peluang yang ada, serta maksimalkan peningkatan diri. Kemudian, akan terbentuk SDM Indonesia yang lebih baik," katanya. (Brigitta Valencia Bellion)
Yuma Soerianto dapat membuat CEO Apple, Team Cook, takjub atas kekuatannya saat berusia 10 tahun telah dapat membuat beberapa aplikasi di Apple store. Yuma mendapatkan beasiswa dari Apple Worldwide Developers Conference atau AWDC sekitar 4 kali...
