Stok Darah Menipis, Pertiwi Indonesia Gelar Donor Darah Bersama PMI
Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan stock donor darah di beberapa wilayah tipis saat epidemi COVID-19. Pengurangan stock darah sampai 50 % itu salah satunya karena ada kebijaksanaan social distancing di waktu awal epidemi.
| Luis Alberto Patut Dicoba Timnas Spanyol |
Keperluan darah di semua Indonesia sekitar 5 juta kantong darah per tahun, spesial Jakarta 1.000 kantong /hari sebab ada 192 rumah sakit (RS). Pengurangan keperluan kantong darah sebab orang takut ke RS hingga banyaknya orang yang mendonorkan darah juga menyusut.
"April serta Mei waktu puasa ditambah epidemi, pengurangan suplai darah capai 50 %. Karenanya PMI minta pertolongan pada TNI Polri untuk berdonor lewat PMI hingga makin bertambah jadi 80 %. Tetapi sampai saat ini terus kekurangan," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dalam satu peluang.
Keadaan ini dibetulkan oleh dr. Linda Lukitari Waseso, Ketua Bagian Unit Donor Darah, Pengurus Pusat PMI. Beberapa pekerjaan donor darah banyak yang diurungkan sebab kecemasan terjangkiti virus Corona.
"Pada kondisi normal sebelum epidemi, tersedianya darah dapat untuk empat hari, sekarang ini cuma dapat satu sampai 2 hari saja," kata dr. Linda sambil memberikan tambahan jika kekurangan stock darah seputar 20--50 % berlangsung di wilayah episentrum Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Jawa Barat.
Kecemasan itu yang pada akhirnya menggerakkan terciptanya Pergerakan Donor Darah Wanita Indonesia (GDDPI). Dengan PMI, mereka mengadakan acara donor darah yang menyertakan beberapa organisasi wanita, termasuk juga Pertiwi Indonesia.
"Kita harus usahakan supaya keperluan penting untuk mempertahankan kesehatan ini bisa terpenuhi. Diantaranya dengan gerakkan beberapa pendonor yang pernah menyusut sebab cemas keadaan epidemi," papar Shinta Omar, Ketua Umum Pertiwi Indonesia selesai penandatanganan maklumat GDDPI oleh beberapa pimpinan organisasi, Sabtu, 5 September 2020.
Pekerjaan donor darah ini berjalan di hari ini, Sabtu, 5 September 2020, di Golf Gallery Ballroom, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Donor darah akan berjalan dari jam 08.00--17.00 WIB.
Berdasar info tercatat yang diterima Liputan6.com, pembangunan GDDPI berawal dari saran Penasehat Pertiwi Indonesia, Yanti Airlangga Hartarto. Semasa epidemi, Pertiwi Indonesia sudah mengalirkan sembako, menolong kepentingan Alat Perlindung Diri (APD), serta beberapa pekerjaan sosial yang lain memerlukan kedatangan wanita Indonesia.
"GDDPI yang diperintah Ibu Vicky W. Kartiwa ini akan mengadakan pekerjaan donor darah di Jakarta tiga bulan sekali. Kami akan bergerak ke beberapa daerah lain di Indonesia," lebih Shinta.
Situasi sekarang ini memang mempersulit kesibukan serta mempersempit ruangan gerak warga. Tempat publik banyak ditutup serta warga masih berasa tidak nyaman untuk ada di luar rumah semasing. Ini berimbas juga pada kesibukan donor darah yang hampir tidak terwujud.
"Pendonor banyak yang cemas terjangkiti Covid-19 waktu memberi sumbangan darah. Tetapi, kami mengusahakan semaksimal kemungkinan implikasi prosedur kesehatan di waktu epidemi ini ibarat penelusuran temperatur badan, pemakaian masker, serta menjaga jarak. Serta, alas velbed akan disemprot disinfektan setiap saat perubahan peserta donor. Antar-velbed juga terpasang penyekat pemisah," tutur Shinta.
Untuk salah usaha patuhi prosedur keamanan, beberapa pendonor diharuskan mendaftarkan terlebih dulu dengan cara online atau langsung bisa mengontak panitia. Jika sangat terpaksa mendaftarkan di tempat, panitia sediakan proses spesial dengan standard keamanan tinggi.
Sebelum mendonor, peserta diharuskan menjawab 40 pertanyaan tersangkut kesehatan mereka. Setelah itu, darah akan dilihat sebelum dikasih ke yang memerlukan. (Brigitta Valencia Bellion)
Stol stock kantong darah di PMI Kota Surabaya pernah tipis sampai 90 %. Untuk menanggulanginya, Yayasan Pundi Amal Perduli Kasih (YPP) SCTV-Indosiar mengadakan pekerjaan sosial donor darah.
