Menengok Dubai Safari Park yang Dibangun di Bekas Tempat Pembuangan Sampah
Merdeka.com - Tutup sepanjang 2 tahun, Taman Safari Dubai atau Dubai Safari Park, Uni Emirat Arab (UEA) pada akhirnya kembali lagi dibuka untuk umum malah di tengah-tengah wabah di mana banyak taman selingan stop beroperasi.
Menggunakan Doping Untuk Ayam Aduan
Dubai Safari Park mulai dibuka di tanggal 5 Oktober 2020. Pembukaan Taman Safari Dubai kesempatan ini sebab pemerintahan UEA berusaha untuk tingkatkan bagian pariwisata yang terpukul kronis di tengah-tengah wabah virus corona. Taman ini awalannya ialah tempat pembuangan sampah.
Direktur Operasional Muna Alhajeri menjelaskan, taman yang terdapat di daerah gurun timur Dubai, satu dari 7 emirat yang membuat UEA - ialah rumah untuk nyaris 3.000 satwa.
"Ini terhitung hewan sangat jarang yang datang untuk kali pertamanya di Uni Emirat Arab," tuturnya ke AFP, seperti diambil dari Arabian Business, Rabu, 7 Oktober 2020.
Dari 3.000 hewan yang ada, salah satunya terhitung spesies Gajah Afrika, beruang hitam Asia atau "beruang bulan", serta antelop bongo Afrika.
Dubai Safari Park dibangun di atas tempat pembuangan sampah yang tidak digunakan kembali.
"Tempat itu dirubah dari tempat pembuangan sampah padat jadi tujuan rekreasi, selingan, serta budaya," kata Alhajeri.
Dari akhir 1970-an sampai awalnya 1990-an, teritori itu berperan jadi sarana sampah padat. Tumpukan sampah sempat naik setinggi seputar 30 mtr..
Alhajeri menjelaskan, semenjak pembangunan taman dengan kubangan air, burung liar tertarik juga ke tempat itu. "Tempat itu dibuat demikian rupa untuk memuat satwa liar alami secara baik," tuturnya.
Dubai, yang mempunyai ekonomi sangat terdiversifikasi di teritori Teluk yang kaya minyak, sudah terpukul kronis oleh perlambatan virus corona. Penghasilan Lokal Bruto (PDB)-nya berkurang 3,5 % di kuartal pertama kali, susul perkembangan moderat sepanjang 2 tahun.
Pariwisata sudah lama jadi unggulan emirat, yang menyongsong lebih dari 16 juta pengunjung tahun kemarin. Sebelumnya wabah melumpuhkan perjalanan global, sasarannya capai 20 juta pengunjung tahun ini.
Dubai saat ini beberapa terbuka untuk usaha serta pariwisata, tapi tingkat infeksi sudah bertambah dalam beberapa minggu paling akhir. Alhajeri menjelaskan jika pengunjung taman harus menggunakan masker, jalani kontrol temperatur serta mengikut ketentuan jarak sosial, searah dengan perlakuan penjagaan yang difungsikan di semua Uni Emirat Arab.
